Dieng Negeri Di Atas Awan

Udara sejuk mulai terasa di kota Wonosobo, terlebih saat sore atau malam hari. Itu salah satu pertanda bahwa kita mulai memasuki kawasan peg...

Udara sejuk mulai terasa di kota Wonosobo, terlebih saat sore atau malam hari. Itu salah satu pertanda bahwa kita mulai memasuki kawasan pegunungan. Sesekali sekumpulan kabut coba menghalangi laju kendaraan, makin lama udara terasa menusuk hingga ke dalam tulang. Pemandangan kanan kiri kita tampak ladang-ladang pertanian menghijau berlatar belakang gunung dan perbukitan. Setapak demi setapak, pelan namun pasti, kita mulai memasuki kawasan wisata yang sudah begitu menggema, Dieng Plateau.

Jalan semakin menanjak, sesekali laju kendaraan terhalang oleh truk-truk yang membawa beban, terlihat merambat mencoba menaklukkan medan yang begitu ekstrim. Jika temperatur kendaraan terlalu tinggi, sudah selayaknya mencari pemberhentian sekaligus tempat peristirahatan. Gardu Pandang Tieng, merupakan pilihan yang tepat untuk mendinginkan kendaraan. Disamping terdapat beberapa warung kecil, di tempat ini juga menawarkan pemandangan yang begitu eksotris. Dijamin akan terpana dengan keindahan Gunung Sindoro di sisi tenggara. Gardu Pandang Tieng manawarkan pemandangan lembah Dieng nan eksotis. Dari sini pula wisatawan, terutama yang tidak berniat ke Sikunir, biasa menikmati indahnya sunrise Dieng dengan kemilau keemasannya, menyembul begitu menawan di sela-sela gumpalan kabut awan.


Foto Sunrise Dieng, Negeri Di Atas Awan

Puas beristirahat di Gardu Pandang Tieng, dan kondisi kendaraan telah kembali normal, saatnya untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata Dieng. Tak butuh waktu lama, hanya 20 menit berkendara dengan kondisi arus lalu lintas normal, Anda sudah memasuki pintu wisata Dieng. Tuk Bima Lukar, berada di sisi kanan, adalah mata air suci yang masih dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Diduga dahulu objek wisata ini digunakan untuk bersuci oleh umat Hindu kuno sebelum memasuki area peribadatan di kompleks percandian Dieng. Tuk Bimo Lukar meninggalkan jejak-jejak purbakala berupa dua buah batu lingga sebagai pancuran air dan satu buah yoni yang berada tepat di salah satu pancurannya. Konon mandi atau sekedar membasuh muka di mata air ini dapat membuat kita awet mudah. Mungkin itu hanya sekedar mitos, tapi faktanya hingga saat ini Tuk Bimo Lukar masih sering dikunjungi wisatawan.

Tak perlu berlama-lama di area Tuk Bimo Lukar, karena masih banyak keindahan lain di Dieng yang layak untuk dinikmati. Untuk menghemat waktu, rute perjalanan berikutnya adalah kawasan wana wisata Telaga Warna. Siapa yang tak kenal dengan objek wisata paling populer di Dieng ini? Selain menampilkan keindahan warna air telaga yang selalu berubah setiap saat, tempat ini juga sangat dikeramatkan oleh warga Dieng. Suasana mistis begitu terasa tatkala kabut menyelimuti pandangan mata. Terlebih lagi jika hembusan angin yang spoi-spoi menembus seluruh tubuh. Suasana kian terasa mistis, seolah kawasan ini begitu misterius. Terus ayunkan langkah kaki semakin ke dalam hingga tiba di satu tempat, hutan kecil yang membelah dua telaga, yakni telaga warna dan pengilon, Anda akan menemukan beberapa goa keramat. Di goa-goa inilah masyarakat biasa bersemadi (bertapa) untuk mendekatkan diri dengan Sang pencipta. Konon presiden kedua RI pernah bertapa di salah satu goa yang ada, yaitu goa semar. Keberadaan goa-goa inilah yang mengukuhkan bahwa Dataran Tinggi Dieng begitu mistis dan misterius.

Keindahan Telaga Warna juga bisa dinikmati dari atas bukit di sisi selatan. Batu Pandang Ratapan Angin, adalah nama tempat yang tak kalah populernya dengan telaga Warna. Inilah spot yang paling diburu oleh wisatawan untuk menikmati pesona dua telaga kembar dari ketinggian. Area ini merupakan bukit yang dipenuhi bebatuan besar yang tersusun secara alami begitu indah. Dua jam merupakan waktu yang terasa begitu singkat untuk mengeksplorasi seluruh keindahan Batu Pandang Ratapan Angin. Meski harus ditempuh dengan berjalan kaki menanjak, menapaki beberapa puluh anak tangga, namun kelelahan Anda akan terbayar dengan pesona alam yang begitu eksotis. Di tempat inilah imajinasi kita melayang semakin jauh, menjelajahi pemandangan bukit, lembah, dan telaga yang tiada duanya.

Perjalanan selanjutnya tak bisa dilewatkan begitu saja. Bau menyengat menyerupai telur busuk mulai menusuk penciuman kita. Hamparan bebatuan putih berhiaskan kepulan asap yang keluar dari lubang-lubang rekahan tanah tampak di depan mata kita. Tak lain, inilah area Kawah Sikidang, salah satu kawah vulkanik di Dataran Tinggi Dieng yang saat ini paling banyak dikunjungi wisatawan. Hembusan asap menyengat tampak ada dimana-mana, keluar dari lubang-lubang fumarola yang selalu berpindah, tersebar di sela-sela bebatuan. Itulah alasan mengapa kawah ini dinamakan Kawah Sikidang. Selalu berpindah tempat bak seekor kidang (rusa) yang melompat-lompat. Di kejauhan sana tampak kepulan asap begitu besar diiringi suara mendesis dan bau yang menyengat. Apalagi kalau bukan kepundan utama Kawah Sikidang. Dari sinilah kita bisa melihat dan menyaksikan pada jarak sangat dekat aktivitas dari perut bumi. Gejolak lumpur panas yang terdengar meraung-raung seolah mau memuntahkan seluruh isinya. Ya, hanya di tempat inilah kita bisa menyaksikan aktivitas vulkanik yang begitu dahsyat. Pemandangan bukit-bukit hijau berpadu dengan bebatuan belerang tampak menjadi suguhan yang begitu menawan. Itulah alasan mengapa Kawah Sikidang selalu diburu banyak wisatawan, sajian atraksi alam yang sulit ditemukan.

Memanfaatkan waktu tersisa, tentu sayang untuk melewatkan begitu saja keberadaan candi-candi Dieng. Kompleks Candi Arjuna, salah satu kompleks percandian yang paling populer. Tumpukan batu-batu andesit yang tersusun begitu saja menyambut kedatangan Anda. Situs Dharmasala, dahulu diduga merupakan tempat perjamuan atau tempat persinggahan kaum hindu kuno yang beribadah di Dataran Tinggi Dieng. Menyusuri area Dharmasala, terdapat sepasang sumur tua, masyarakat setempat memberi nama Sendang Sedayu. Di tempat inilah budaya unik cukur rambut gimbal biasa dilakukan. Air dari Sendang Sedayu biasa digunakan oleh masyarakat Dieng untuk meruwat rambut gimbal, dalam ritual jamasan rambut gimbal.

Kembali mengayunkan langkah kaki menuju kompleks percandian tertua di Indonesia. Di belakang situs Dharmasala tampa berdiri kokoh lima bangunan Candi yang memiliki bentuk dan arsitektur berbeda-beda. Inilah kompleks Candi Arjuna, terdiri dari lima candi, yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan satu candi yang berdiri menghadap Candi Arjuna, yakni Candi Semar. Candi-candi tersebut membentang dari utara ke selatan, empat candi menghadap ke timur dan satu candi menghadap ke barat. Bukan sekedar tumpukan batu tanpa makna, karena dari sinilah peradaban nusantara secara perlahan mulai mengalir. Bangunan inilah saksi bisu perkembangan budaya pada abad-abad awal.

Lelah mengeksplorasi sejumlah objek wisata, kini saatnya untuk mencari peristirahatan. Banyak pilihan tempat peristirahatan di Dieng. Wisatawan bisa memilih hotel maupun homestay. Meski belum ada hotel berbintang, namun tidaklah mengurangi kenyamanan dan esensi liburan Anda. Justru dengan menginap di homestay-homestay yang ditawarkan warga setempat, kita bisa mengenal dan menggali lebih dalam budaya Dieng yang unik. Berinteraksi dengan warga setempat merupakan cara paling tepat untuk kehidupan masyarakat Dieng, baik kebiasaan sehari-hari maupun kondisi sosial ekonominya. Meski dikenal sebagai lokasi terpencil di Jawa Tengah, namun masyarakat Dieng memiliki pondasi perekonomian sangat kuat, dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Semenjak kawasan ini populer sebagai destinasi wisata, sebagian warga mulai beralih profesi dan bisnis dalam dunia pariwisata. Banyaknya homestay yang bermunculan, rumah makan, dan pusat oleh-oleh merupakan indikasi bahwa sebagian warga Dieng sudah mulai melirik usaha di sektor pariwisata. Lihat Daftar Penginapan Dieng.

Dini hari, saat suhu Dieng terasa sangat dingin hingga menusuk tulang, kita harus bergegas dan berkemas untuk menikmati pesona sunrise Dieng yang sudah tersohor. Ada sejumlah spot untuk menikmati sunrise Dieng yang dikenal dengan istilah Golden Sunrise, yakni Sikunir, Pakuwaja, dan Gunung Prau. Jika memiliki stamina tinggi, Gunung Prau menjadi pilihan terbaik, karena sunrise di Gunung Prau sudah dikenal sebagai sunrise terbaik di Asia Tenggara. Namun jika stamina dan kondisi fisik kurang siap, Sikunir merupakan pilihan terbaik. Bukit Sikunir adalah lokasi sunrise paling populer di Dataran Tinggi Dieng. Hanya menempuh jarak kurang lebih 800 meter berjalan kaki dari basecamp, menanjak menapaki ratusan tangga untuk menuju puncak. Butuh waktu sekitar 45 menit fun trekking Sikunir, kita sudah bisa menyaksikan pesona sunrise dan merasakan suasana layaknya di gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 3000 mdpl.

Sikunir menampilkan fenomena sunrise luar biasa, sangat eksotis dengan warna merah dan semburat keemasan menghiasi langit. Jika cuaca mendukung, kita bisa menyaksikan gumpalan-gumpalan awan di bawah telapak kaki, membentang sejauh mata memandang, berpadu dengan pemandangan puncak beberapa gunung yang tampak menyembul menerobos kumpulan awan. Laksana lautan di pegunungan, sungguh pemandangan yang tiada duanya. Decak kagum dan teriakan histeris dari ratusan pengunjung terdengan meramaikan suasana puncak Sikunir di pagi hari. Tak salah lagi jika Dieng lebih populer dengan julukan Negeri Di Atas Awan.

Penasaran dengan kemegahan alam Dieng, bergabung bersama kami dalam Paket Wisata Dieng.

0 komentar:



Paket Wisata Dieng

Paket Tour Dieng

Paket Tour Dieng 1H/2H1M/3H2M. Lebih berkualitas dan unggul dalam pelayanan. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Penginapan Dieng Murah, harga terjangkau, fasilitas dan pelayanan lebih oke. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Sewa Mobil Dieng

Sewa Mobil Dieng

Sewa mobil di kawasan wisata Dieng. Melayani penjemputan antarar kota. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah Dieng. Solusi untuk menjelajahi kawasan wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Catering Dieng

Catering Dieng

Bingung cari jasa catering di Dieng? Kami menawarkan banyak pilihan menu menarik. Hubungi Calya Wisata : 0852-0009-6334
Sewa Tenda Camping Dieng

Sewa Tenda Camping Dieng

Mau camping? Kami melayani sewa tenda dan perlengkapan camping lain di Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334