Bersahabat Dengan Alam Dan Budaya Di Kawasan Wisata Dieng

Harus diakui bahwa Dieng memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan di seantero negeri. Perpaduan yang unik antara peninggalan sejar...

Harus diakui bahwa Dieng memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan di seantero negeri. Perpaduan yang unik antara peninggalan sejarah, seni, budaya, dan keindahan alamnya membuat kawasan yang popular dengan sebutan negeri di atas awan ini menjadi destinasi wisata yang sangat eksklusif. Tak pelak lagi, beberapa tahun terakhir Dieng dibanjiri wisatawan dari berbagai penjuru.

Dieng merupakan sebuah kawasan yang keberadaannya selalu dijaga oleh gelombang kabut yang senantiasa mengitari dan menyelubungi mengikuti arah angin. Konon ditempat menawarkan sejuta keindahan ini bersemayam para dewa. Yah, karena alasan itulah ribuan tahun silam Dieng menjadi tempat yang telah ditasbihkan kesuciannya, sebagai pingkalingganing buwana.

Hawa dingin terasa menyergap begitu menginjakkan kaki di bumi Dieng. Gardu Pandang Tieng merupakan objek wisata pertama yang mengukuhkan kedatangan Anda di negeri para dewa. Seuntai lengkung senyum cakrawala di sisi timur seakan mengalihkan perhatian kita. Gunung Sindoro yang berdiri begitu kokoh di sisi tenggara terlihat memberikan sambutan ramah kepada pengunjung. Sekali waktu butir-butir hangat sang mentari terhadang oleh langkah-langkah kabut yang mengalir pelan melingkupi permukaan. Di tempat inilah kita bisa menikmati pemandangan lembah Dieng.

Kawasan Wisata Dieng

Gardu Pandang Tieng

Meninggalkan Gardu Pandang Tieng, lebih jauh memasuki area Dataran Tinggi Dieng, mata semakin terasa enggan untuk melepas pandang. Raungan suara mesin kendaraan, merayap di jalan yang cukup menanjak seolah terabaikan begitu saja. Sepanjang perjalanan menuju pusat kawasan wisata, tak sejengkalpun pemandangan terlewatkan. Sesekali menggelengkan kepala, tak terasa mulutpun ternganga, dan pada akhirnya hanya decak yang keluar sebagai bentuk kekaguman terhadap keindahan bumi Dieng. Meski hamparan ladang kentang di kanan-kiri jalan tampak merampas hijaunya kubah-kubah pegunungan Dieng, namun keindahan dan kesejukan tetaplah hadir ditengah-tengah kita.

Tuk Bima Lukar

Menjelang tiba di zona utama kawasan wisata Dieng, sejenak kita hentikan mobil di pelataran yang cukup menampung 4-5 mobil di sisi kanan jalan. Jalan menuruni tangga sekitar 15 meter, terlihatlah pancuran yang merupakan hulu sungai Serayu yang bermuara di Cilacap, pesisir selatan Pulau Jawa. Disinilah titik awal kita saksikan jejak kekunoan Dieng, Tuk Bima Lukar, dengan dua jaladwara berbentuk batu lingga sebagai tempat mengalirnya air. Konon di tempat ini umat Hindu kuno menyucikan diri sebelum memasuki kawasan yang ditasbihkan kesuciannya. Sepenggal kisah mengenai Tuk Bima Lukar, konon setiap orang yang mandi atau menyuci muka di mata air sungai Serayu ini akan terlihat lebih cantik dan lebih muda.

Telaga Warna

Dari Tuk Bima Lukar kita memasuki zona utama Dieng. Kawasan yang sangat eksklusif bagi setiap orang yang berkunjung. Ya, hanya di Dieng kita bisa menemukan satu perpaduan yang begitu sempurna antara keindahan alam, sejarah, seni, dan budaya adi luhung.

Telaga Warna menjadi destinasi yang paling diminati wisatawan. Keunikan warna air telaga yang selalu menampilkan pola warna berbeda-beda tidaklah membuat kita bosan berlama-lama di kawasan ini. Udara sejuk pegunungan yang menyapu permukaan kulit, sesekali desir angin berbisik pelan melewati celah-celah pepohonan, semakin membuat suasana kian menenangkan. Sejenak pandang menerawang di sekitar air telaga, sejenak mata mengalihkan perhatian pada pohon-pohon rimbun di tepi telaga, dan imajinasi kita melayang jauh entah kemana, sembari menikmati keagungan lukisan alam Sang Pencipta. Rasa syukur berbaur dengan kagum memberikan kesan begitu mendalam.

Puas pengembaraan imajinasi di area Telaga Warna, ayunkan langkah kaki kita menyusuri bukit di sekeliling Telaga Warna. Ada dua titik pandang yang mampu menghipnotis kita, dengan pemandangan dua telaga kembar dari ketinggian, Batu Rata di sisi tenggara telaga dan Bukit Sidengkeng di sisi barat. Dari sinilah kita bisa menikmati seutuhnya keindahan Dataran Tinggi Dieng. Meski sesekali kabut turun menghalangi pandang, namun itu tak membuat sajian panorama nan eksotis berlalu begitu saja. Bahkan kehadiran kabut penjaga keagungan Dieng ini memberikan daya tarik tersendiri, terasa begitu kental suasana yang penuh mistis.

Kawasan Wisata Dieng

Kawah Sikidang

Bau menyengat mulai terasa ketika laju kendaraan kita terhenti di loket masuk yang berjarak kurang lebih 600 meter dari Kawah Sikidang. Semakin mendekati area parker, bau seperti telor busuk semakin menyengat. Sejumlah wisatawan tampak menutup indera penciuman mereka menggunakan masker yang banyak dijajakan di area parkir. Itulah ciri khas Kawah Sikidang, aroma menyengat dari hembusan asam sulfida yang keluar dari lapangan fumarola di sekitar kawah.

Kekaguman kembali menyergap tatkala langkah kaki memasuki are kawah, sejenak tertegun, mata begitu liar menjelajahi hamparan tanah dan bebatuan berwarna putih, asap terlihat di mana-mana, menyembul dari permukaan bumi pertanda ada satu aktivitas dahsyat di bawah sana. Di kejauhan tampak kepulan asap yang begitu besar dan kencang, tak lain merupakan kepundan utamanya. Pemandangan bukit hijau di belakangnya berpadu dengan tanah dan berbatuan putih mengandung belerang yang cukup tinggi, semakin menguatkan kesan keindahan yang mengagumkan.

Tak sabar untuk mendekat ke lokasi sumber keluarnya kepulan asap tersebut, dan betapa dahsyatnya bisa menyaksikan langsung aktivitas vulkanik hanya dari jarak beberapa meter saja. Terlihat lumpur berwarna keabu-abuan bergejolak layaknya air mendidih. Mata terasa enggan mengalihkan pandang, kaki terpaku, mulut terdiam, pikiran hanya mampu membayangkan, betapa hebatnya aktivitas beberapa kilometer di dalam perut bumi.

Candi-candi Dieng

Mengunjungi candi bukanlah sekedar melihat sebuah peninggalan tanpa makna. Namun di kawasan inilah kita bisa menerawang jauh ke masa lampau, menyibak tabir bagaimana nenek moyang kita hidup dan menjalani kehidupannya. Bahkan lebih dari itu, dari jejak-jejak sejarah ini merupakan titik awal peradapan nusantara mengalir, perlahan namun pasti telah membawa perubahan yang sangat besar hingga masa kini. Bari berbagai prasasti dan temuan-temuan arkeologis lain, para ahli sejarah menduga bahwa sejumlah candi di Dieng merupakan candi tertua di Indonesia. Oleh karena itulah bisa dikatakan bahwa Dataran Tinggi Dieng merupakan mata air peradaban.

Salah satu kompleks percandian yang paling popular dan banyak dikunjungi wisatawan adalah kompleks Candi Arjuna. Area parkir berada tepat di depan loket masuk, mampu menampung hingga puluhan bahkan mungkin ratusan kendaraan.

Dari pintu masuk, mata tertuju pada susunan batu yang memang tidak mencerminkan bentuk dan struktur candi. Ya, hanya tumpukan batu-batu saja karena memang belum bisa disusun ulang seperti bentuk aslinya. Memperhatikan struktur dan model pondasi yang ada, diduga situs ini dahulu digunakan sebagai tempat tinggal sementara atau tempat perjamuan bagi umat Hindu kuno atau kaum brahman yang akan beribadat di candi. Orang menyebutnya dengan nama Dharmasala.

Melangkah lebih jauh menyusuri jalan setapak yang mengarah ke area candi. Hanya beberapa puluh meter dari area Dharmasala sudah terpampang di depan mata sekelompok bangunan candi. Ada empat candi utama dan satu candi perwara.

Pemandangan di kompleks Candi Arjuna ini tak jauh berbeda dengan suasana Dieng pada umumnya. Berlatar belakang bukit Pangonan di sebelah barat, dengan sejumlah tanaman gunung di sekitarnya, membuat panorama di sekitarnya terlihat hijau menyejukkan. Jika melihat ke arah timur dan cuaca cukup cerah, pemandangan gunung Sindoro tampak begitu jelas melengkapi latar belakang pemandangan yang mengagumkan. Dari segala sisi, kompleks candi Arjuna menawarkan keindahan yang tak terbantah.

Rambut Gembel

Sesekali terlihat anak-anak Dieng berambut unit, berbeda dengan rambut normal pada umumnya. Rambut mereka bergumpal secara alami, orang jawa menyebutnya dengan istilah gembel. Rambut gembel mereka berbeda dengan rambut gimbal orang-orang kota yang sengaja dibuat. Rambut gembel anak-anak Dieng tumbuh secara alami saat anak berusia 1-3 tahun. Didahului dengan demam dan panas tinggi, kemudian tumbuhlah rambut gembel tersebut.

Banyak mitos terkait dengan rambut gembel. Sebagian orang menganggap sebagai kutukan, sebagian lain menganggap sebagai keturunan Kyai Kolodete, tokoh yang paling disakralkan di Dataran Tinggi Dieng. Baca selengkapnya tentang Rambut Gembel Dieng.

Rambut gembel anak-anak Dieng menjadi satu fenomena yang sangat menarik, terutama bagi wisatawan dari luar daerah. Hampir setiap tahun di Dieng diselenggarakan acara cukur rambut gembel, yang dalam rangkaian kegiatannya diadakan berbagai upacara atau ritual. Salah satu event pemotongan rambut gembel yang sudah begitu populer di bagi wisatawan adalah Dieng Culture Festival.

Kemilau Keemasan Sang Mentari

Salah satu fenomena alam yang paling diburu oleh wisatawan adalah sunrise Dieng. Ada dua lokasi yang paling populer untuk menikmati pesona sunrise, yakni Bukit Sikunir dan Gunung Prau. Di dua puncak tersebut bersemayam kilau keemasan sang mentari pagi. Acap kali gumpalan-gumpalan kabut menutupi permukaan, sehingga tampak seperti gelombang ombak yang menggulung di puncak gunung. Sajian atraksi alam yang sulit terlepas dari ingatan kita. Meski harus ditempuh dengan perjalanan yang cukup melelahkan, berbalut udara dingin yang benar-benar menggigit dan menusuk tulang, enggan rasanya untuk meninggalkan puncak-puncak Dieng saat pagi hari. Semua akan terbayar dengan kesan yang begitu mendalam, melekat kuat dalam ingatan, betapa eksotisnya pemandangan matahari terbit di Dataran Tinggi Dieng.

0 komentar:



Paket Wisata Dieng

Paket Tour Dieng

Paket Tour Dieng 1H/2H1M/3H2M. Lebih berkualitas dan unggul dalam pelayanan. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Penginapan Dieng

Penginapan Dieng

Penginapan Dieng Murah, harga terjangkau, fasilitas dan pelayanan lebih oke. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Sewa Mobil Dieng

Sewa Mobil Dieng

Sewa mobil di kawasan wisata Dieng. Melayani penjemputan antarar kota. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah Dieng. Solusi untuk menjelajahi kawasan wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Catering Dieng

Catering Dieng

Bingung cari jasa catering di Dieng? Kami menawarkan banyak pilihan menu menarik. Hubungi Calya Wisata : 0852-0009-6334
Sewa Tenda Camping Dieng

Sewa Tenda Camping Dieng

Mau camping? Kami melayani sewa tenda dan perlengkapan camping lain di Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334