Kompleks Candi Arjuna Dieng

Kompleks Candi Arjuna adalah suatu kompleks percandian yang paling ramai di Dataran Tinggi Dieng. Terdiri dari 4 candi utama (Candi Arjuna, ...

Kompleks Candi Arjuna adalah suatu kompleks percandian yang paling ramai di Dataran Tinggi Dieng. Terdiri dari 4 candi utama (Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra), dan 1 candi perwara (Candi Semar). Kompleks Candi Arjuna dapat dikatakan sebagai kompleks percandian yang paling utuh dibanding kompleks candi lain yang ada di kawasan wisata Dieng Plateau. Oleh karena itulah kawasan ini menjadi destinasi paling banyak diburu wisatawan daripada candi-candi lain.

Tata letak candi berderet memanjang arah utara-selatan, berada di tepi telaga yang dikenal dengan nama Telaga Balekambang. Keempat candi tersebut berturut-turut dari arah utara ke selatan yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Keempat candi tersebut diduga merupakan candi utama. Satu candi lagi yang berfungsi sebagai candi perwara dan diberinama Candi Semar berada tepat di depan Candi Arjuna, saling berhadapan satu sama lain. Keempat candi utama menghadap ke barat, dan candi perwara menghadap ke timur.

Kompleks Candi Arjuna Dieng

Candi Arjuna

Candi Arjuna memiliki bentuk mirip dengan candi-candi di Kompleks Candi Gedong Sanga, Bandungan, Kabupaten Semarang. Candi Arjuna berdenah persegi berukuran 6 x 6 pada bagian bawahnya, dan berbentuk meruncing pada bagian atasnya, dan menghadap ke arah barat.

Bagian bawah candi berukuran 6 x 6 meter, dengan ruangan kecil di bagian tubuh candi yang digunakan sebagai tempat pemujaan. Tubuh candi berdiri di atas batur, disebut bhurloka, setinggi 1 meter. Pada bagian pintu masuk terdapat tangga, dengan hiasan kalamakara di bagian atasnya.

Di bagian dinding sisi utara, selatan, dan barat terdapat susunan batu menjorok keluar, membentuk sebuah bingkai relung tempat arca. Bagian depan bingkai relung dihiasi dengan pahatan berpola kertas tempel, pahatan kalamakara tanpa rahang bawah di bagian atas, dan kepala naga dengan mulut menganga di bagian bawah. Tepat di bagian bawah bingkai relung di sisi utara, terdapat jaladwara untuk membuang air dari dalam candi.

Atap candi berbentuk meruncing di bagian puncaknya, dengan pola kubus bersusun, makin ke atas semakin kecil. Di setiap sisi atap terdapat relung, dan hiasan berbentuk mahkota di setiap sudut. Sebagian besar hiasan tersebut sudah rusak.

Di tengah ruangan di dalam tubuh candi, terdapat susunan batu berbentuk kubus, menyerupai meja batu dengan yoni.

Tidak jauh dari Candi Arjuna, ditemukan prasasti berangka tahun 731 Caka.

Candi Srikandi

Candi Srikandi terletak di sebelah timur Candi Arjuna, merupakan satu-satunya candi yang memiliki relief trimurti (Syiwa, Wisnu, dan Brahma). Pada dinding sisi timur terdapat relief dewa Syiwa, dinding utara terdapat relief dewa Wisnu, dan dinding selatan terdapat relief dewa Brahma. Meskipun bentuknya sudah tidak sempurna, namun keberadaan relief trimurti di bagian luar dinding Candi Srikandi menegaskan bahwa kompleks percandian di Dieng dibangun untuk pemujaan Syiwa.

Batur Candi setinggi 50 cm berbentuk kubus, bagian atap sudah rusak, sehingga tidak terlihat bentuk aslinya.

Candi Puntadewa

Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, namun Candi Puntadewa memiliki bentuk lebih tinggi dibanding candi-candi lain di Kompleks Candi Arjuna. Batur candi setinggi kurang lebih 50 cm, bagian tubuh candi berdiri di atas batur, setinggi 2,5 m. Bagian atap candi berbentuk kubus, namun puncak atap sudah rusak, sehingga tidak terlihat bentuk aslinya. Tangga menuju pintu masuk ke dalam ruangan dibuat bersusun.

Di keempat sisi bagian atap terdapat relung kecil menyerupai tempat untuk menaruh arca. Bagian pintu diberi bingkai dengan hiasan yang membentuk motif kertas tempel.

Ruangan dalam tubuh candi tidak begitu luas dan kosong. Di depan pintu masuk candi terdapat susunan batu membentuk pondasi ruangan, di bagian tengahnya terdapat susunan dua buah batu bulat yang dibentuk menyerupai menara.

Candi Sembadra

Candi Sembadra memiiki batu berbentu bujur sangkar, setinggi 50 cm. Bentuk tubuh sepintas candi menyerupai poligon. Di ketiga sisinya terdapat bagian yang menjorok keluar berbentuk menyerupai bilik penampil. Pintu masuk berada di sebelah barat, juga dilengkapi dengan bilik penampil. Di bagian depan pintu masuk terdapat susunan batu yang ditata menyerupai jalan setapak.

Bagian atap candi berbentuk kubus, ukurannya hampir sama dengan tubuh candi. Namun bagian puncak atap sudah rusak, sehingga sudah tidak terlihat lagi bentuk aslinya. Karena itulah bentuk keseluruhan Candi Sembadra tampak seperti bangunan bertingkat. Di keempat sisi bagian atap juga terdapat relung-relung kecil menyerupai tempat untuk menaruh arca.

Candi Semar

Candi Semar merupakan candi yang memiliki bentuk tambun, berada tepat didepan Candi Arjuna. Denah dasarnya berbentuk persegi empat, dengan batur setinggi 50 cm. Terdapat tangga menuju pintu masuk, tepat berhadapan dengan tangga Candi Arjuna. Di atas pintu masuk terdapat hiasan kalamakara tanpa raang bawah. Candi Semar merupakan candi yang paling sederhana dibanding candi-candi lain di kompleks Candi Arjuna. Diduga candi tersebut berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat-alat untuk peribadatan.

0 komentar:





Sewa Mobil Dieng

Sewa Mobil Dieng

Sewa mobil di kawasan wisata Dieng. Melayani penjemputan antarar kota. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Sewa Motor Dieng

Sewa Motor Dieng

Jasa sewa motor murah Dieng. Solusi untuk menjelajahi kawasan wisata Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334
Catering Dieng

Catering Dieng

Bingung cari jasa catering di Dieng? Kami menawarkan banyak pilihan menu menarik. Hubungi Calya Wisata : 0852-0009-6334
Sewa Tenda Camping Dieng

Sewa Tenda Camping Dieng

Mau camping? Kami melayani sewa tenda dan perlengkapan camping lain di Dieng. Calya Wisata : 0852-0009-6334